Lompat ke isi utama

Berita

๐—š๐˜‚๐—ฟ๐˜‚ ๐—ฃ๐—”๐—จ๐—— ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฆ๐—ถ๐—ธ๐—ธ๐—ฎ ๐—๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ โ€œ๐— ๐—ผ๐˜๐—ผ๐—ฟโ€ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ธ ๐—”๐—ป๐˜๐—ถ-๐—ฃ๐—ผ๐—น๐—ถ๐˜๐—ถ๐—ธ ๐—จ๐—ฎ๐—ป๐—ด

BWS SIKKA

Konsolidasi Demokrasi saat sedang berlangsung bertempat di Desa Nelle Wutung, Kecamatan Nelle, Kabupaten Sikka, Kamis (21/5/2026).

Maumere โ€“ Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sikka terus menggencarkan pengawasan partisipatif meski saat ini sedang berada di masa non-tahapan pemilu. Salah satunya melalui agenda "Konsolidasi Demokrasi" yang pada hari ini berfokus pada pencegahan praktik politik uang (money politics) di Desa Nelle Wutung, Kecamatan Nelle, Kabupaten Sikka, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan strategis ini menyasar berbagai elemen masyarakat akar rumput. Menariknya, kehadiran dan keterlibatan aktif para pendidik dari PAUD St. Arnoldus Janssen Delang menjadi salah satu sorotan utama dalam diskusi yang berlangsung dinamis tersebut.

Ketua Bawaslu Kabupaten Sikka, Florita Idah Djuang, S.E., menegaskan bahwa politik uang adalah ancaman nyata yang mencederai nilai-nilai demokrasi substantif. Praktik ini dinilai sangat merugikan masyarakat dalam jangka panjang.
"Melalui konsolidasi di tingkat desa seperti ini, Bawaslu berkomitmen membangun kesadaran kolektif agar masyarakat berani menolak dan melaporkan segala bentuk pemilu transaksional," ujar Florita.

konsolidasi

Senada dengan hal itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Sikka, Yohanes Ariski, S.E., mengingatkan warga agar tetap waspada dan menghindari segala bentuk pemberian yang mengarah pada politik uang, sekalipun di luar masa pemilu. Ia mengingatkan bahwa modus politik uang kini semakin beragam dan tidak selalu berbentuk uang tunai.

Dalam kesempatan tersebut, Yohanes juga mengedukasi warga mengenai syarat-syarat formil dan materiil dalam melaporkan jika menemukan indikasi kecurangan di lapangan.

Kehadiran para guru PAUD St. Arnoldus Janssen Delang dinilai memberi dimensi baru dalam pengawasan partisipatif,sekaligus menjadi motor penggerak anti-politik uang di lingkungan keluarga dan tetangga.

โ€œKami mendukung Bawaslu karena menolak politik uang itu harus diajarkan sejak dini dari lingkungan terkecil. Jika desa kita bersih dari praktik ini, kita sedang menyiapkan masa depan yang jujur dan adil untuk anak-anak didik kitaโ€ Ujar salah satu peserta bernama Maria Risna.

Tidak sekadar hadir, para guru tersebut juga aktif berbagi pengalaman mengenai dinamika pemilu sebelumnya. Mereka mengakui bahwa edukasi ini membuka mata masyarakat bahwa politik uang bisa menyamar dalam berbagai bentuk non-tunai.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Sikka berharap warga Desa Nelle Wutung bisa kompak bergerak mengawasi pemilu secara swadaya. Jika warga berani menolak politik uang, desa ini pasti bisa melahirkan pemimpin masa depan yang jujur dan bersih.

Humasbawaslusikka