Lompat ke isi utama

Berita

๐—ก๐—ผ๐—ป๐—ฎ๐˜๐—ผ ๐—ž๐—ฒ๐˜๐˜‚๐—ฎ ๐—•๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐˜€๐—น๐˜‚ ๐—ก๐—ง๐—ง: ๐—ž๐—ฒ๐—ต๐˜‚๐—บ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ๐—ถ ๐—ฅ๐˜‚๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฅ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—˜๐—ฑ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐˜€๐—ถ

BWS SIKKA

Anggota Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur, Amrunur Muh. Darwan, saat memaparkan materi terkait strategi penataan dan pengelolaan kehumasan. Jumad, 17/4/26.

Maumere-Evaluasi penataan dan pengelolaan kehumasan triwulan I tahun 2026 yang diselenggarakan Bawaslu NTT melibatkan 22 kabupaten/kota termasuk Bawaslu Sikka pada Jumad (17 April 2026).

Dalam sambutan pembukaan kegiatan Nonato Da Purificacao Sarmento, S, Si menekankan publikasi di media sosial โ€œfungsi kehumasan bukan hanya sekedar papan informasi, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan relasiโ€.

Kita harus berpikir untuk kerja kehumasan tanpa anggaran, harus membuat publik lebih peduli bukan sekedar tahu, sehingga konten harus dibuat semenarik mungkin begitu juga dengan gaya bahasanya, tambah Nonato.

Amrunur Muh Darwan, S. Si dalam pemaparan materinya menekankan bahwa โ€œpublikasi jangan hanya berfokus pada kuantitatif, tapi terpenting adalah kualitas konten serta jangkauannyaโ€.

Selain itu, Bawaslu Kabupaten/kota harus punya kelender konten untuk bisa mencapai target jumlah konten yang dipublikasikan, tambah Amrunur

Rapat ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya peningkatan kinerja serta penguatan tata kelola kehumasan yang lebih optimal. Melalui forum ini, dilakukan penelaahan terhadap capaian program kerja, identifikasi berbagai kendala yang dihadapi, serta perumusan langkah-langkah strategis yang terukur guna meningkatkan kualitas layanan informasi kepada publik.

Humasbawaslusikka