Bawaslu Sikka Gelar Ngabuburit Pengawasan, Dorong Edukasi dan Partisipasi Publik
|
Maumere, 25 Februari 2026 — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sikka menggelar kegiatan Ngabuburit Pengawasan dengan mengusung tema “Pencegahan Politik Uang sebagai Pilar Demokrasi Substansif”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis Bawaslu dalam memperkuat edukasi kepemiluan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.
Kegiatan yang berlangsung menjelang waktu berbuka puasa tersebut dilaksanakan di Masjid Jami’ Darussalam Waioti, Kecamatan Alok Timur. Hadir sebagai narasumber Ketua MUI Kabupaten Sikka, Ustad Muhammad Ihsan Wahab, S.HI., M.Pd. Peserta kegiatan berjumlah 35 orang, terdiri atas Ketua Ta’mir Masjid Darussalam Waioti beserta jajaran, peserta Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Maumere, serta pelajar tingkat SMA.
Dalam pemaparannya, Ustad Muhammad Ihsan Wahab menyampaikan apresiasi kepada Bawaslu Kabupaten Sikka atas konsistensinya dalam membangun kesadaran publik terhadap bahaya politik uang.
“Saya merasa bangga dengan kegiatan yang diselenggarakan oleh Bawaslu Sikka. Ini menunjukkan keseriusan dalam memutus mata rantai politik uang yang mencederai demokrasi di Kabupaten Sikka,” ungkapnya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk terlibat aktif dan berkolaborasi bersama Bawaslu dalam mencegah praktik politik uang.
“Oleh karena itu, anak-anak muda harus serius mengambil peran dan menjadi bagian dari gerakan pengawasan pemilu yang berintegritas,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Sikka, Florita Idah Djuang, SE, menegaskan bahwa kegiatan Ngabuburit Pengawasan merupakan momentum strategis untuk mendekatkan lembaga pengawas pemilu dengan masyarakat.
“Kegiatan ini kami kemas secara santai namun bermakna, agar masyarakat lebih mudah memahami peran penting pengawasan pemilu serta berani melaporkan dugaan pelanggaran,” ujarnya.
Selain diskusi interaktif, kegiatan juga diisi dengan penyampaian materi singkat oleh Anggota Bawaslu Sikka, Muhajir Latif, S.Pd., yang menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pengawasan politik uang serta ajakan untuk bersama-sama menjaga integritas dan demokrasi yang berkeadilan.
Anggota Bawaslu Sikka lainnya, Yohanes Ariski, SE, berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya pemilu yang jujur dan adil, sekaligus memperkuat sinergi antara penyelenggara pengawasan dan masyarakat.
Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya diskusi, aktif menyampaikan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait persoalan politik uang yang terjadi pada pemilu sebelumnya.
Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen kolektif dalam menjaga kualitas demokrasi di Kabupaten Sikka.
(Humas Bawaslu Sikka)