Kunci Kinerja Pengawasan, Bawaslu NTT Tekankan Evaluasi Triwulan
|
Maumere – Anggota Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur sekaligus Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas (P2H), Amrunur Muh Darwan, menegaskan pentingnya pelaksanaan evaluasi berkala dalam memastikan efektivitas program kerja kelembagaan.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Evaluasi Program Kegiatan Divisi P2H Triwulan I Tahun 2026 yang digelar secara daring pada Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Bagian Pengawasan Bawaslu Provinsi NTT, Koordinator Divisi P2H/HP2H Bawaslu Kabupaten/Kota, serta jajaran staf.
Dalam arahannya, Darwan menyampaikan bahwa rapat evaluasi merupakan bagian penting dari siklus kerja yang telah dirancang sejak awal tahun. Evaluasi triwulanan, menurutnya, menjadi instrumen untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai timeline dan hasil konsolidasi yang telah disepakati.
“Evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa seluruh program yang telah dirumuskan sejak awal tahun dapat berjalan sesuai rencana. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan di tingkat provinsi, tetapi juga di kabupaten/kota,” ujarnya.
Ia menjelaskan, evaluasi dilakukan guna mengukur tingkat ketercapaian program sekaligus mengidentifikasi berbagai catatan penting selama pelaksanaan kegiatan. Dari proses tersebut diharapkan lahir rekomendasi strategis sebagai dasar penguatan kerja pengawasan ke depan.
“Kita perlu melihat kembali program yang telah dirancang, sejauh mana realisasinya, serta merumuskan catatan evaluasi menjadi rekomendasi untuk peningkatan kinerja pengawasan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Darwan menekankan bahwa fokus evaluasi Divisi P2H mencakup tiga aspek utama, yakni pencegahan, partisipasi masyarakat (parmas), dan hubungan antar lembaga (hubal).
Pada aspek pencegahan, ia mengingatkan pentingnya meninjau kembali bentuk dan jenis pencegahan sesuai dengan Peraturan Bawaslu (Perbawaslu) serta pedoman teknis yang berlaku.
Sementara pada aspek partisipasi masyarakat, Darwan menyebutkan bahwa data kegiatan telah dihimpun secara berjenjang dari kabupaten/kota hingga ke tingkat provinsi, dan telah diteruskan ke Bawaslu Republik Indonesia sebagai bahan evaluasi capaian program.
Adapun dalam aspek hubungan antar lembaga, ia meminta seluruh jajaran untuk mengevaluasi implementasi kerja sama yang telah dibangun, termasuk mengidentifikasi kendala dan merumuskan langkah perbaikan ke depan.
Selain itu, evaluasi juga difokuskan pada pengawasan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan yang pada triwulan pertama telah melalui pleno rekapitulasi di tingkat kabupaten/kota.
Menutup arahannya, Darwan berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses evaluasi dengan serius dan fokus agar menghasilkan output yang optimal serta berdampak pada peningkatan kualitas pengawasan ke depan.
Humasbawaslusikka