Lompat ke isi utama

Berita

Cegah Politik Uang Sejak Dini, Bawaslu Sikka dan UNIMOF Perkuat Pendidikan Demokrasi

BWS SIKKA

Konsolidasi Demokrasi bersama Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) pada Kamis (4/6/2026).

Maumere – Bawaslu Kabupaten Sikka melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) pada Kamis (4/6/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Bawaslu RI dalam rangka memperkuat pendidikan politik, pengawasan partisipatif, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga integritas demokrasi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Sikka Florita Idah Djuang, SE, Anggota Bawaslu Kabupaten Sikka Muhajir Latif, S.Pd, beserta jajaran staf Bawaslu Kabupaten Sikka. Turut hadir mewakili pihak Universitas Muhammadiyah Maumere, Wakil Rektor I Abdul Khaliq, SE., MM, Wakil Rektor III M. Syahrun, SE., MM, Wakil Dekan Fakultas Sains dan Bisnis Dian Ernaningsih, S.P., M.Pd, serta Kepala Kantor Rektorat UNIMOF.

Mengangkat tema "Politik Uang dan Dampaknya terhadap Demokrasi", kegiatan ini menjadi ruang dialog antara penyelenggara pemilu dan kalangan akademisi dalam membangun kesadaran kolektif untuk menolak praktik politik uang.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Sikka, Florita Idah Djuang, menyampaikan bahwa kegiatan konsolidasi demokrasi merupakan bagian dari pelaksanaan instruksi Bawaslu untuk terus memperkuat pendidikan politik masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk perguruan tinggi.

“Melalui kegiatan konsolidasi demokrasi ini, Bawaslu berupaya membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, agar memahami dampak politik uang terhadap kualitas demokrasi. Keterlibatan akademisi dan mahasiswa sangat penting dalam mendukung upaya pencegahan serta pengawasan partisipatif,” ujar Florita.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Sikka, Muhajir Latif, menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga kualitas demokrasi.

“Perguruan tinggi melalui mahasiswanya merupakan basis pemilih yang kritis. Oleh karena itu, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang dapat memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menolak politik uang dan turut mengawal proses demokrasi yang berintegritas,” jelas Muhajir.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Dekan Fakultas Sains dan Bisnis UNIMOF, Dian Ernaningsih, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bawaslu dalam melibatkan kalangan akademisi. Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam penyelenggaraan pengawasan pemilu.

“Ke depan perlu adanya perbaikan dengan memperhatikan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia jajaran pengawasan pemilu, khususnya di tingkat kecamatan maupun jajaran adhoc, sehingga pelaksanaan pengawasan dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III UNIMOF, M. Syahrun, menyampaikan terima kasih kepada Bawaslu Kabupaten Sikka yang terus membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bawaslu Kabupaten Sikka yang telah melaksanakan kegiatan pencegahan dan pengawasan partisipatif dengan melibatkan akademisi dan mahasiswa. Kolaborasi seperti ini sangat penting dalam membangun kesadaran demokrasi dan meningkatkan partisipasi masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab yang melibatkan civitas akademika Universitas Muhammadiyah Maumere. Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Sikka berharap sinergi antara penyelenggara pemilu dan perguruan tinggi terus terjalin dalam rangka mewujudkan demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat serta bebas dari praktik politik uang.

Humasbawaslusikka