Bawaslu Kabupaten Sikka Gelar Diskusi Konsolidasi Demokrasi Bersama Partai Kebangkitan Nusantara
|
Maumere, 17 Juni 2026 – Bawaslu Kabupaten Sikka melaksanakan kegiatan Diskusi Konsolidasi Demokrasi bersama Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) bertempat di kantor sekretariat jalan Wairklau, Kelurahan madawat, Kecamatan Alok pada Rabu (17/06/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Sikka, Florita Idah Djuang, bersama Anggota Bawaslu Kabupaten Sikka, Yohanes Ariski, serta didampingi staf Sekretariat Bawaslu Kabupaten Sikka.
Dari partai Kebangkitan Nusantara hadir Ketua Partai, Frans Waer Keytimu, S.E, Sekretaris Partai, Stefanus Toti Keban, S.Ag, Wakil Ketua I, Yohanis D. Wangge, Wakil Ketua II, Drs. Fransiskus Yarintus Bata, serta penasihat partai Petrus Kanisius Ngaga SPd dan beberapa anggota.
Florita menyampaikan dalam sambutan awal bahwa kunjungan hari ini adalah merupakan kunjungan silahturahmi Bawaslu Sikka dengan Partai Kebangkitan Nusantara dan juga menindaklanjuti Surat Edaran Bawaslu RI Nomor 2 Tahun 2026 tentang Konsolidasi Demokrasi pada Masa Non-Tahapan.
"Kami hadir untuk mendengar masukan dan evaluasi dari Bapak/Ibu partai. Saran yang diberikan akan menjadi bahan refleksi bagi Bawaslu Kabupaten Sikka dalam meningkatkan kualitas pengawasan ke depan.
Selain itu juga dalam diskusi bersama mengangkat tema isu Pilitik Uang (money politic). Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa,Yohanes Ariski, menyampaikan bahwa pentingnya komunikasi yang terbuka antara pengawas dan peserta pemilu untuk membedah berbagai isu krusial, khususnya praktik politik uang (money politics) yang masih kerap terjadi di masyarakat.
Ariski juga menyampaikan kegiatan Diskusi Konsolidasi Demokrasi merupakan ruang strategis untuk memperkuat pemahaman bersama terkait regulasi kepemiluan, alur penanganan pelanggaran pemilu serta meningkatkan kesadaran hukum, membangun komitmen bersama dalam menjaga integritas demokrasi.
"Praktik politik uang tidak hanya melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan, tetapi juga mencederai prinsip pemilu yang jujur dan adil karena dapat mempengaruhi kebebasan masyarakat dalam menentukan pilihan politik.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk berperan aktif dalam pengawasan partisipatif, termasuk berani menyampaikan informasi maupun laporan apabila menemukan dugaan pelanggaran pemilu dan pemilihan.
Dengan sinergi antara penyelenggara, peserta pemilu, dan masyarakat, diharapkan proses demokrasi dapat berjalan lebih transparan, berintegritas, dan berkualitas.
Di akhir diskusi sekretaris Partai Kebangkitan Nasional,Stefanus Toti Keban, S.Ag., menyampaikan apresiasi kepada Bawaslu Kabupaten Sikka yang telah berkunjung di Sekretariat partai Kebangkitan Nusantara.
Ia menilai bahwa praktik politik uang masih menjadi persoalan yang selalu muncul dalam setiap tahapan pemilu sehingga perlu adanya sosialisasi yang lebih masif kepada masyarakat dan peserta pemilu.
Selain itu, ia juga berharap Bawaslu Sikka dapat terus meningkatkan kapasitas jajarannya dari pengawas kecamatan,pengawas desa/kelurahan dan pengawasTPS.
Humasbawaslusikka