Bawaslu Sikka Dorong Penguatan Kehumasan dan Inovasi Konten Media Sosial
|
Maumere – Bawaslu Kabupaten Sikka mengikuti Rapat Koordinasi Kehumasan Bawaslu Provinsi NTT yang membahas pengelolaan kehumasan, peliputan, dokumentasi, serta penguatan publikasi melalui media sosial, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang evaluasi dan penguatan kapasitas jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota se-NTT dalam menyampaikan informasi kelembagaan agar semakin dekat, mudah dipahami, dan relevan bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Anggota Bawaslu Provinsi NTT, Amrunur Muh. Darwan, S.Si., menyampaikan pentingnya perubahan pola komunikasi publik Bawaslu. Publikasi tidak cukup hanya menampilkan aktivitas kelembagaan, tetapi perlu menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dari setiap informasi yang disampaikan.
Pola komunikasi tersebut diarahkan dari pendekatan Bawaslu-sentris menuju social-sentris, sehingga setiap pemberitaan maupun konten media sosial tidak berhenti pada informasi mengenai “apa yang dilakukan Bawaslu”, tetapi juga menjelaskan apa arti dan manfaat kegiatan tersebut bagi masyarakat.
Selain itu, materi penguatan kehumasan yang disampaikan Hilmiyatillah Mokhsen mengangkat tema “Bikin Konten Bawaslu yang Anti Skip: Inovasi Pengembangan Konten Media Sosial untuk Memperkuat Publikasi Kehumasan.” Materi tersebut menekankan bahwa masyarakat saat ini banyak memperoleh informasi melalui perangkat digital, sehingga Bawaslu perlu hadir dengan konten yang menarik, informatif, dan mudah dipahami.
Dalam materi tersebut juga ditekankan bahwa persoalan publikasi bukan selalu terletak pada kegiatan yang dilaksanakan, melainkan pada cara bercerita. Dokumentasi rapat atau kegiatan yang baik perlu dikemas menjadi informasi yang memiliki nilai bagi masyarakat.
Salah satu pendekatan yang diperkenalkan adalah rumus sederhana “Pancing, Jelaskan, Ajak”. Konten diawali dengan pertanyaan atau persoalan yang dekat dengan masyarakat, dilanjutkan dengan satu pesan utama menggunakan bahasa sehari-hari, kemudian ditutup dengan ajakan yang jelas, seperti melapor, mengecek informasi, membagikan, atau memberikan tanggapan.
Materi juga mendorong perubahan gaya penulisan dari “kami sudah melakukan” menjadi “ini penting untuk Anda”. Dengan pendekatan tersebut, kegiatan Bawaslu dapat dikemas bukan sekadar sebagai laporan aktivitas, tetapi sebagai informasi yang menjelaskan manfaat dan keterkaitannya dengan masyarakat.
Untuk memperkaya konten, terdapat sejumlah format yang dapat digunakan secara bergantian, antara lain Bawaslu Jawab, Mitos vs Fakta, Di Balik Layar, Pake Bahasa Kita, serta Kuis dan Polling. Format tersebut dapat menjadi alternatif agar akun media sosial Bawaslu tidak hanya berisi berita kegiatan.
Dalam penerapannya, satu kegiatan juga dapat dikembangkan menjadi beberapa jenis konten. Misalnya, saat kegiatan berlangsung dapat dibuat story dan polling, kemudian dilanjutkan dengan reels berisi pelajaran atau cuplikan kegiatan, serta carousel yang menjelaskan makna kegiatan bagi masyarakat.
Meski mendorong kreativitas, pengelolaan akun lembaga tetap harus memperhatikan prinsip kehati-hatian. Setiap informasi perlu diperiksa kebenarannya, menjaga netralitas, melindungi data pribadi masyarakat, meminta izin sebelum merekam warga, menggunakan bahasa yang santun, serta merespons komentar secara tepat dan mengarahkan pertanyaan yang bersifat kompleks ke kanal resmi.
Penguatan kehumasan juga tidak selalu membutuhkan peralatan mahal. Materi menekankan bahwa telepon genggam sudah cukup untuk menghasilkan konten yang baik, selama memperhatikan pencahayaan, kualitas suara, posisi pengambilan gambar, teks pada video, serta memastikan adanya pancingan di awal, satu pesan utama, dan ajakan di akhir.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Sikka diharapkan terus memperkuat kualitas publikasi kelembagaan dengan menghadirkan informasi pengawasan Pemilu yang lebih dekat dengan masyarakat, kreatif, informatif, dan mudah dipahami, tanpa meninggalkan prinsip akurasi, netralitas, serta perlindungan data publik.
Sebagaimana pesan dalam materi kehumasan, konten yang baik bukan yang paling mahal, tetapi yang paling dekat dengan warga.
Humasbawaslusikka